Momentum Maulid Nabi
http://parodiinegerii.blogspot.com/2014/03/momentum-maulid-nabi.html
![]() |
Peringatan maulid nabi
patutlah dijadikan momentum yang dapat menyatukan umat sebagaimana umat
terdahulu yang satu. Jika kita mempelajari sejarah maka kita akan menyaksikan
ketangguhan umat ini dikarenakan seluruh menganutnya sadar dengan pasti bahwa
mengikuti perintah Rosulullah adah suatu kewajiban.
“Katakanlah: ‘Jika kamu
(benar-benar) mencintai Allah ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan
mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.(TQS Ali Imran: 31)
Serta Allah SWT
berfirman dalam Al Qur’an surat Al Ahzab ayat 21:
“Sesungguhnya telah ada pada (diri)
Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap
(rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah”
Memeringati
hari kelahiran Nabi terakhir yang sangat di utamakan melebihi nabi yang lainnya
seharusnya tidak hanya melalui perayaan secara jasad selama sehari atau
beberapa hari, namun juga harus dibarengi dengan mengikuti segala yang telah
dicontohkan oleh Baginda Muhammad SAW. Di utusnya rasul di tengah umat adalah
sebagai mengingat serta pembawa kabar gembira sesuai Firman Allah :
Sesungguhnya aku(Muhammad) adalah
pemberi peringatandan pembawakabar gembira kepadamu daripada-Nya”
(TQS Huud : 1-2)
Sejarah
menunjukan bahwa akhlak Rosulullah adalah kunci kesuksesan dakwah beliau, gelar
al Amin yang artinya terpercaya adalah sebuah indikasi penghormatan kepada
beliau karena sifat dapat dipercayanya, selain dapat dipercaya atau amanah
setiap rosul memiliki sifat fatanah(cerdas), siddiq(jujur), dan
tabliq(menyampaikan). Sifat-sifat inilah yang harus kita teladani dari beliau.
Mukjizat terbesar
beliau adalah Al-qur’an, al-Qur’an ini adalah petunjuk bagi umat Islam sesuai
Firman Allah :
“Kitab ini (al-Qur’an) tidak ada
keraguan di dalamnya petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa.”(TQS
al-Baqarah [2]: 2)
Dalam ayat tersebut dikatakan bahwa
tidak ada keraguan didalam al-Qur’an, hal ini karena al-Qur’an dijaga
kemurniannya oleh Allah untuk itu Allah berfirman.
"Sesungguhnya
Kamilah yang menurunkan Adz-Dzikr (Al-Qur’an), dan Kamilah yang akan
menjaganya".(TQS Al-Hijr 15:9)
Pertanyaan kebenaran al-quran bagi setiap individu
muslim pasti akan berputar dalam
benaknya: Bagaimana caranya seorang Arab Baduwi yang tidak berpendidikan
tiba-tiba dapat memahami Islam, mengimaninya lalu mengembannya kepada khalayak
ramai setelah pertemuannya yang hanya sekali dengan Rasulullah saw.?
Semuanya ini terjawab
dengan pengalaman Tufayl bin Amru Ad-Dawsi, ketika beliau bertanya
kepada Rasulullah saw.:
“Saya telah mendengar
dari Tuan kata-kata yang baik, sudilah kiranya Tuan menerangkan kepada saya
tentang ajaran Tuan itu.”
Tufayl
pun kemudian menceritakan pengalamannya:
“Ketika itu, Rasulullah
saw. menerangkan kepada saya tentang ajaran Islam, kemudian beliau saw.
membacakan al-Qur’an kepada saya. Demi Allah, saya belum pernah mendengarkan
kata-kata yang lebih baik daripada ungkapan tersebut dan belum pernah saya
menemukan ajaran yang lain, yang dapat menandinginya.Setelah pertemuan itu saya
memeluk Islam.Saya menyatakan kesaksian saya mengenai kebenarannya. Saya lalu
menyampaikan (kepada baginda saw): ‘Wahai Nabi Allah, saya ini adalah orang
yang dita’ati di tengah kaum saya. Saya akan kembali ke tengah-tengah mereka
serta menyerukan Islam ini kepada mereka.”
Mencintai
rosulullah berarti mengikuti apa yang Beliau bawa yaitu al-Qur’an dan jangan
kita mengikuti sebagian dan meninggalkan sebagian, karena Allah Berfirman
Apakah kamu beriman kepada sebagian
Al Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebagian yang lain?" Tiadalah
balasan bagi orang yang berbuat demikian darimu, melainkan kenistaan dalam
kehidupan dunia dan di hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat
berat. Allah tidak lengah dan apa yang kamu perbuat. " (TQS Al Baqarah: 85)
Untuk itu maka momentum
maulid Nabi ini kita jadikan ajang untuk memperat umat, dan menyerukan
pentinggnya menerapkan ajaran Beliau secara kaffah hingga menyerukan penerapan
syariat Islam secara menyeluruh. Karena dengan penerapan Islam secara
menyeluruh maka Allah akan menganugerahi kita rezeki yang melimpah sebagaimana
FirmanNya :
Jikalau
sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan
melimpahkan kepada mereka berkah-berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka
mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan
perbuatannya (TQS al-A’raaf [7]: 96)
Ayat ini juga
mengisyaratkan hukuman siksa bagi yang meninggalkan Agama Islam yang dibawa
oleh Baginda Muhammad SAW.Untuk itu peringatan maulid ini dapat mengingatkan
kita semua kepada ajaran yang dibawa oleh Muhammad SAW dan menerapkannya secara
menyeluruh sebagai tanda taat kepada Allah dan cinta kepada Beliau. Kekuasaan
umat sangat diperlukan untuk menjaga Agama yang beliau bawa sebagaimana ulama
berpendapat :
“Sesungguhnya
dunia adalah ladang bagi akhirat, tidaklah sempurna agama kecuali dengan dunia.
Kekuasaan dan agama adalah saudara kembar; agama merupakan pondasi dan
penguasa adalah penjaganya. Apa saja yang tidak memiliki pondasi akan hancur,
dan apa saja yang tidak memiliki penjaga akan hilang. Dan tidaklah sempurna
kekuasaan dan hukum kecuali dengan adanya pemimpin.”(al-Imam al-Ghazali)
Sudah selayaknya kita mengamalkan
apa yang Beliau bawa dan dalam momentum ini kita sama-sama mengingatkan diri
dan seluruh umat akan pentingnya menjalankan syariat Islam secara kaffah.Wallahu
a'lam bishawab.
