Momentum Maulid Nabi

http://dheryudi.files.wordpress.com/2010/02/muhammad-saw1.jpg


Peringatan maulid nabi patutlah dijadikan momentum yang dapat menyatukan umat sebagaimana umat terdahulu yang satu. Jika kita mempelajari sejarah maka kita akan menyaksikan ketangguhan umat ini dikarenakan seluruh menganutnya sadar dengan pasti bahwa mengikuti perintah Rosulullah adah suatu kewajiban.


“Katakanlah: ‘Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.(TQS Ali Imran: 31)
Serta Allah SWT berfirman dalam Al Qur’an surat Al Ahzab ayat 21:
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah”
            Memeringati hari kelahiran Nabi terakhir yang sangat di utamakan melebihi nabi yang lainnya seharusnya tidak hanya melalui perayaan secara jasad selama sehari atau beberapa hari, namun juga harus dibarengi dengan mengikuti segala yang telah dicontohkan oleh Baginda Muhammad SAW. Di utusnya rasul di tengah umat adalah sebagai mengingat serta pembawa kabar gembira sesuai Firman Allah :
Sesungguhnya aku(Muhammad) adalah pemberi peringatandan pembawakabar gembira kepadamu daripada-Nya(TQS Huud : 1-2)
            Sejarah menunjukan bahwa akhlak Rosulullah adalah kunci kesuksesan dakwah beliau, gelar al Amin yang artinya terpercaya adalah sebuah indikasi penghormatan kepada beliau karena sifat dapat dipercayanya, selain dapat dipercaya atau amanah setiap rosul memiliki sifat fatanah(cerdas), siddiq(jujur), dan tabliq(menyampaikan). Sifat-sifat inilah yang harus kita teladani dari beliau.
Mukjizat terbesar beliau adalah Al-qur’an, al-Qur’an ini adalah petunjuk bagi umat Islam sesuai Firman Allah :
“Kitab ini (al-Qur’an) tidak ada keraguan di dalamnya petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa.”(TQS al-Baqarah [2]: 2)
Dalam ayat tersebut dikatakan bahwa tidak ada keraguan didalam al-Qur’an, hal ini karena al-Qur’an dijaga kemurniannya oleh Allah untuk itu Allah berfirman.
"Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Adz-Dzikr (Al-Qur’an), dan Kamilah yang akan menjaganya".(TQS Al-Hijr 15:9)
          Pertanyaan kebenaran al-quran bagi setiap individu muslim  pasti akan berputar dalam benaknya: Bagaimana caranya seorang Arab Baduwi yang tidak berpendidikan tiba-tiba dapat memahami Islam, mengimaninya lalu mengembannya kepada khalayak ramai setelah pertemuannya yang hanya sekali dengan Rasulullah saw.?
Semuanya ini terjawab dengan pengalaman Tufayl bin Amru Ad-Dawsi, ketika beliau bertanya kepada Rasulullah saw.:
“Saya telah mendengar dari Tuan kata-kata yang baik, sudilah kiranya Tuan menerangkan kepada saya tentang ajaran Tuan itu.”
Tufayl pun kemudian menceritakan pengalamannya:
“Ketika itu, Rasulullah saw. menerangkan kepada saya tentang ajaran Islam, kemudian beliau saw. membacakan al-Qur’an kepada saya. Demi Allah, saya belum pernah mendengarkan kata-kata yang lebih baik daripada ungkapan tersebut dan belum pernah saya menemukan ajaran yang lain, yang dapat menandinginya.Setelah pertemuan itu saya memeluk Islam.Saya menyatakan kesaksian saya mengenai kebenarannya. Saya lalu menyampaikan (kepada baginda saw): ‘Wahai Nabi Allah, saya ini adalah orang yang dita’ati di tengah kaum saya. Saya akan kembali ke tengah-tengah mereka serta menyerukan Islam ini kepada mereka.”
            Mencintai rosulullah berarti mengikuti apa yang Beliau bawa yaitu al-Qur’an dan jangan kita mengikuti sebagian dan meninggalkan sebagian, karena Allah Berfirman
Apakah kamu beriman kepada sebagian Al Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebagian yang lain?" Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian darimu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia dan di hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dan apa yang kamu perbuat. " (TQS Al Baqarah: 85)
Untuk itu maka momentum maulid Nabi ini kita jadikan ajang untuk memperat umat, dan menyerukan pentinggnya menerapkan ajaran Beliau secara kaffah hingga menyerukan penerapan syariat Islam secara menyeluruh. Karena dengan penerapan Islam secara menyeluruh maka Allah akan menganugerahi kita rezeki yang melimpah sebagaimana FirmanNya :
Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah-berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya (TQS al-A’raaf [7]: 96)
Ayat ini juga mengisyaratkan hukuman siksa bagi yang meninggalkan Agama Islam yang dibawa oleh Baginda Muhammad SAW.Untuk itu peringatan maulid ini dapat mengingatkan kita semua kepada ajaran yang dibawa oleh Muhammad SAW dan menerapkannya secara menyeluruh sebagai tanda taat kepada Allah dan cinta kepada Beliau. Kekuasaan umat sangat diperlukan untuk menjaga Agama yang beliau bawa sebagaimana ulama berpendapat :
“Sesungguhnya dunia adalah ladang bagi akhirat, tidaklah sempurna agama kecuali dengan dunia. Kekuasaan dan agama adalah saudara kembar; agama merupakan  pondasi dan penguasa adalah penjaganya. Apa saja yang tidak memiliki pondasi akan hancur, dan apa saja yang tidak memiliki penjaga akan hilang. Dan tidaklah sempurna kekuasaan dan hukum kecuali dengan adanya pemimpin.”(al-Imam al-Ghazali)
            Sudah selayaknya kita mengamalkan apa yang Beliau bawa dan dalam momentum ini kita sama-sama mengingatkan diri dan seluruh umat akan pentingnya menjalankan syariat Islam secara kaffah.Wallahu a'lam bishawab.

Related

pemikiran 1277384521788084784

Posting Komentar

emo-but-icon

Follow Us

Translate

Statistik

Iklan

Silahkan hubungi kami untuk memasang iklan

Iklan

Silahkan hubungi kami untuk memasang iklan
item