Islam Rahmatan lil Alamin
http://parodiinegerii.blogspot.com/2014/03/islam-rahmatan-lil-alamin.html
![]() |
“Dan tiadalah Kami utus
engkau (ya Muhammad) melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam” (TQS. AL
Anbiya 107).
Syaikh An Nawawi Al
Jawi dalam tafsir Marah Labid (Tafsir Munir) Juz II/ 47 menafsiri ayat
itu sebagai berikut: Tidaklah Kami utus engkau wahai makhluk yang paling mulia
dengan berbagai peraturan (bisyarâi’)
melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam, melainkan dalam rangkan rahmat Kami
bagi seluruh alam dalam agama maupun dunia, sebab manusia dalam kesesatan dan
kebingungan. Maka Allah SWT mengutus Sayyidina Muhammad saw. sehingga beliau
saw. menjelaskan jalan menuju pahala, menampilkan dan memenangkan hukum-hukum
syari’at Islam, membedakan yang halal dari yang haram. Dan setiap Nabi sebelum
beliau saw. manakala didustakan oleh kaumnya, maka Allah membinakan mereka
dengan berbagai siksa, namun bisa kaum Nabi Muhammad mendustakannya, Allah SWT
mengakhirkan adzab-Nya hingga datangnya maut dan Allah SWT mencabut
ketetapan-Nya membinasakan kaum pendusta Rasul. Inilah umumnya tafsiran para
mufasirin.
Jika kita menyebutkan Islam yang rahmatan lil alamin atau rahmat
bagi semua alam, sebenarnya kita sedang berbicara Agama dan pemeluknya dimana
keduanya adalah komponen yang satu.Dari aspek Agama telah nyata dan menyekinkan
bahwa Islam adalah Agama yang rahmatan lil alamin, Islam mengatur dengan
sempurna urusah kehidupan manusia dari politik, pendidikan, ekonomi, social,
dan lainnya.Kemudian komponen kedua adalah pemeluk agama yaitu “manusia mahluk yang paling utama, sampai-sampai
dikatakan —dan ungkapan ini benar— bahwa manusia lebih utama daripada malaikat. Keutamaan manusia ini tiada lain
terletak pada akalnya. Akal inilah yang telah mengangkat kedudukan manusia dan
sekaligus menjadikannya makhluk yang paling utama. Oleh karena itu, sudah
seharusnya kita memiliki pengetahuan tentang akal (‘aql), proses berpikir (tafkîr),
dan sekaligus metode berpikir (tharîqah
at-tafkîr). Ini karena, proses berpikirlah yang menjadikan akal manusia
memiliki nilai dan sekaligus menghasilkan berbagai buah (produk akal) yang
masak, yang mampu membuat kehidupan dan manusia menjadi baik.Bahkan mampu
menciptakan kebaikan bagi seluruh alam semesta beserta segala sesuatu yang ada
di dalamnya, termasuk benda-benda mati, tumbuhan, dan hewan.”(an Nabhani)
Jadi jika kita melihat sekarang Islam tidaklah mampu menyelesaikan urusan
umat adalah sebuah kebohongan karena sebenarnya Islam adalah aturan hidup yang
syamil(menyeluruh) dan kamil(sempurna), jadi pokok permasalahannya adalah
ketiadaan pancaran Hukum yang terpancar dari Islam. Kita tentu mengenal istilah
parlemen, yaitu institusi yang bertugas membuat undang-undang.
Jika kita melihat sistem pemerintahan kita adalah demokrasi, hal ini
menyakinkan secara sempurna oleh semua rakyat ini. Padahal demokrasi
bertentangan dengan Islam itu karena demokrasi member hak manusia(rakyat)
berdaulat dengan membuat undang-undang. Padahal Allah berfirman :
Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak
beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka
perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan
terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.(TQS
an-Nisaa [4]: 65)
Artinya untuk menjadi rahmatan lil alamin kita harus menyelaraskan setiap
hukum dengan syariat. Karena menegakkan syariat adalah bentuk dari Iman, karena
hukum itu dari Allah yang dijelaskan oleh RosulNya melalui kitabNya yang
menjelaskan peraturan ibadah dan muamalah serta menjelaskan hal ghaib yaitu
malaikat, hari akhir, dan qadha wa qadar. Jadi semua itu tidal boleh terputus
dan harus diemban untuk didakwahkan keseluruh dunia melalui institusi Negara
yaitu daulah khilafah dengan pemimpin umat yang tunggal yang disebut sebagai
khalifah, hal ini dijelaskan melalui sabda Rasulullah :
Siapa saja yang
telah membaiat seorang imam (khalifah) lalu ia memberikan genggaman tangannya
dan buah hatinya, maka hendaklah ia menaatinya sesuai dengan kemampuannya, dan
jika datang orang lain yang hendak merebut kekuasaannya, maka penggallah leher
orang lain itu. Dalam satu riwayat: maka penggallah dengan pedang
siapapun dia.(HR Muslim).
Jika kita melihat sekeliling kita sangat
terjadi banyak permasalahan yang sudah tentu sebagai agama yang rahmatan lil
alamin seharusnya Islam mampu memberikan solusinya dan sesungguhnya memang
hanya Islamlah agama yang haq.
Rahmatan lil alamin dalam urusan muamalah
dapat dibahas secara khusus walau pelaksanaannya secara umum dan menyeluruh.
Pertama adalah rahmat menuntut ilmu, dengan ilmu maka
umat Islam mampu memancarkan kemajuannya dalam bidang sains, terknologi, maupun
sosial.Namun pendidikan sekarang lebih mengacu pada kurikulum sekuler yang membentuk
generasi yang berpaham materialistik dan individualistik.Kemudian masalah kedua
adalah kelemahan fungsional pada tiga unsur pelaksanaan pendidikan, yaitu
kelemahan pada lembaga pendidikan yang tercermin dari kacaunya kurikulum, serta
tidak berfungsinya guru dan lingkungan sekolah sesuai dengan kehendak Islam;
faktor keluarga yang tidak mendukung; faktor masyarakat yang tidak kondusif.
Islam
dahulu adalah rujukan bagi setiap perkembangan ilmu pengetahuan, memiliki
perpustakaan terbesar dan terlengkap, mendirikan universitas pertama, buku-buku
umat Islam menjadi rujukan walaupun sebagian disimpangkan dengan memplagiat
karya ulama untuk diakui sebagai karyanya.Dan kejayaan Islam itu terjadi pada saat
daulah khilafah berdiri.
Asas
pendidikan Islam adalah aqidah Islam.Sebagai standar penilaian, asas ini
berpengaruh dalam penyusunan kurikulum pendidikan, sistem belajar mengajar,
kualifikasi guru, budaya yang dikembangkan dan interaksi diantara semua komponen
penyelenggara pendidikan.Tujuan pendidikan Islam adalah untuk membentuk manusia
yang berkarakter, yakni berkepribadian Islam; menguasai tsaqofah Islam;
menguasai ilmu kehidupan (sains, teknologi dan keahlian) memadai.Sebagai satu
kesatuan, kurikulum pendidikan Islam sangatlah khas. Kurikulum ini memiliki
ciri-ciri yang menonjol pada arah, asas, dan tujuan pendidikan, unsur-unsur
pelaksana pendidikan serta pada struktur kurikulumnya.(Erlida Amnie)
Kedua
adalah rahmat keadilan, dengan sangat menyakinkan bahwa Allah adalah Tuhan
Yang Maha Adil.Sehingga peraturan yang terpancar dari Islam tentulah peraturan
yang adil.Namun, aturan itu mulai derdegradasi sehingga hukum atau syariat
Islam ditinggalkan.Dalam buku karya Syaikh Abdurrahman al-Maliki dan Syaikh
Ahmad ad-Da’ur rahimahumaLlah yang berjudul “Nizham al-’Uqubat wa Ahkam
al-Bayyinat“.Fungsi sanksi Islam adalah Sebagai Upaya Pencegahan
(Zawajir).Artinya aturan
tegas itu dibuat agar mencegah perbuatan kejahatan bukan untuk
menzalimi.Kemudian yang kedua adalah Sebagai Penebus Dosa (Jawabir).Artinya seorang yang telah menerima hukuman didunia
sesuai syariat maka terhapus dosa kejahatan yang telah jatuh hukumannya.Hal ini
adalah rahmat karena jika hukuman itu jatuh di akhirat yang pasti lebih
menyakitkan.
Ketiga adalah rahmat kesejahteraan, kesejahteraan
adalah cita-cita setiap pemerintahan walau secara nyata hal ini tidak
terlaksana untuk itu Islam adalah solusi dimana telah terbukti dengan aturannya
pada masa Khalifah Umar bin Abdul Aziz tidak ada rakyat yang berhak menerima
zakat, yang artinya kesejahteraan telah menyeluruh. Namun, dalam pelaksanaannya
haruslah meninggalkan hukum yang bukan dari Islam dan mengikuti Rosulullah
sebagaimana firman Allah :
supaya harta itu jangan hanya beredar di
antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Apa diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia.
Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah; dan bertakwalah kepada
Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya.(QS al-Hasyr [59]: 7)
keempat
adalah rahmat keamanan, dengan adalanya daulah Islam maka
keamanan umat akan terjaga sebagaimana sebuah hadist menerangkan :
“Sesungguhnya Imam/Khalifah
itu laksana perisai, tempat orang-orang
berperang di belakangnya dan berlindung kepadanya.” (HR.Muslim)
Saat
kita membaca sirah nabi(sirah nabawiyah) maka terdapat banyak kisah pembelaan
atas ancaman ketidak amanan yang dialami oleh umat, karena kesadaran bahwa umat
Islam adalah satu.
Keempat
adalah rahmat Kesehatan, kesehatan adalah masalah yang serius diselesaikan
dalam Islam dimana kita lihat dan rumah sakit pertama yang didirikan ada pada
daulah khilafah yaitu Biramistanrumah sakit pertamadi Dunia Yang Dibangun Oleh Umat Islamdan mengratiskan segala biayanya
baik itu yang kaya maupun miskin, baik muslim maupun non muslim.
Keempat
adalah rahmat sandang, pangan, papan, kebutuhan pokok dalam
Islam ini harus terpenuhi secara sempurna dan pemimpin umat(khalifah) harus
menjaminnya karena Islam telah mewajibkannya.
Jika semua itu dapat diemban oleh
pemimpin maka Islam akan menjadi rahmatan lil alamin, dan dakwah Islam dapat
diteruskan kesegala penjuru dunia karena kejayaan peradaban Islam dapat
membuktikan bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang mampu menjawab persoalan
umat.Wallahu a'lam bishawab.
